Haji: Pengertian, Syarat Wajib, Rukun, & Dalil yang Mendasari

Haji

Haji adalah salah satu kegiatan ibadah yang menjadi impian bagi umat islam di seluruh dunia. Setiap tahunnya, umat islam dari berbagai negara di seluruh dunia berangkat ke tanah suci sesuai dengan porsi haji yang sudah ditentukan.

Apakah Anda salah satu calon jema’ah haji yang akan berangkat di tahun-tahun mendatang? Atau mungkin Anda memiliki rencana mendaftar haji plus tanpa harus tunggu waktu lama. Bagaimanapun rencana haji yang ingin Anda tempuh, ulasan lengkap mengenai ibadah haji ini patut untuk Anda simak.

  1. Pengertian dan Syarat-Syarat Haji
Haji

Istilah haji berasal dari kata dalam bahasa Arab yakni al-hajj, artinya menyengaja, mengunjungi, atau mendatangi. 

Sementara itu secara sederhana, pengertian haji adalah perjalanan mengunjungi rumah Allah di Mekkah untuk melaksanakan thawaf, kemudian wukuf di padang Arafah, dan serangkaian ibadah lain sesuai dengan ketentuan.

Ibadah haji juga menjadi rukun islam terakhir. Meski haji termasuk dalam rukun islam, namun hukum haji wajib hanya berlaku bagi umat islam yang mampu. Artinya apa? Jika Anda tidak mampu secara finansial, fisik, ataupun psikis, maka ibadah ini tidak wajib. 

Lebih jauh, berikut ini adalah syarat sah haji:

  • Beragama Islam
  • Mukallaf (baligh dan berakal) yakni orang-orang yang dianggap cakap untuk bertindak hukum
  • Merdeka dan memiliki kemampuan
  • Masuk waktu haji
  • Bagi wanita muslim ada tambahan syarat yakni harus didampingi mahram dan tidak dalam masa iddah
  1. Dasar Hukum Ibadah Haji

Bagaimana dengan dasar hukum ibadah ini? Ada dua hal yang mendasari yakni dalil haji dalam Al-Qur’an dan Al-hadits.

Di dalam Al-Qur’an setidaknya ada 3 ayat yang menyerukan umat islam untuk menunaikan ibadah haji yakni Q.S. Al Hajj ayat 27, Q.S. Al Baqarah ayat 196, dan juga Q.S. Al Imran ayat 97.

Berikut kami lampirkan salah satunya yakni Q.S. Al Hajj ayat 27 beserta artinya:

وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ ۙ

“Wahai Ibrahim, serulah manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh”.

Sementara itu sebuah hadits tentang haji dari Ibnu Umar menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengaku Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji dan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16).

  1. Rukun Ibadah Haji
Haji

Ketika mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji, maka ada amalan yang wajib Anda kerjakan selama berada di sana. Inilah yang disebut dengan rukun haji

Jika amalan-amalan ini Anda tinggalkan maka ibadah haji batal atau tidak sah. Apa saja kegiatan ibadah haji yang masuk dalam rukun haji ini?

  • Ihram

Kalangan ulama terbagi menjadi dua pihak yakni pertama yang menggabungkan ihram dan niat ihram dalam satu rukun. Sementara pihak lainnya memisahkan ihram dan niat ihram.

Masyarakat Indonesia sendiri lebih banyak mengikuti Mazhab Syafi’i yang menggunakan 5 rukun haji. Ihram sendiri memiliki arti yakni berniat untuk mengerjakan ibadah haji ataupun umrah

Niat ini diiringi dengan Anda memakai pakaian berwarna putih. Ketentuannya, jamaah laki-laki harus mengenakan pakaian ihram tanpa jahitan. Sementara jamaah perempuan boleh memakai pakaian ihram berjahit. Lalu bagaimana niat haji?

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بحَجًَةِ

“Aku niat melaksanakan haji dan berihram karena Allah SWT. Aku sambut panggilan-Mu Ya Allah untuk berhaji”.

  • Wukuf

Kegiatan yang satu ini bisa Anda sebut sebagai puncak atau inti dari serangkaian ibadah haji. Selain itu, wukuf juga menjadi salah satu perbedaan antara umroh dan haji yang paling mudah Anda pahami, bahkan oleh orang awam sekalipun.

Kesimpulan ini muncul karena dalam salah satu hadits yang tercantum dalam Kifayatul Akhyar menunjukkan bahwa ibadah haji mengharuskan Anda sebagai jamaah untuk hadir di Padang Arafah. Meskipun hanya sesaat atau sejenak ketika wukuf berlangsung.

Waktu wukuf sendiri berlangsung mulai saat waktu dzuhur (tergelincirnya matahari) tanggal 9 Dzulhijjah hingga terbitnya fajar tanggal 10 Dzulhijjah. Anda boleh memilih waktu kapanpun di antara batas waktu yang sudah ada dalam ketentuan tadi.

Ketika berada di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, Anda bisa membaca do’a berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِي نَقُولُ وَخَيْرًا مِمَّا نَقُولُ ، اللَّهُمَّ لَكَ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي وَإِلَيْكَ مَآبِي وَلَكَ رَبِّ تُرَاثِي ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَجِيءُ بِهِ الرِّيحُ

“Ya Allah, segala puji untuk-Mu, seperti apa yang Engkau firmankan dan yang baik dari apa-apa yang kami ucapkan. Ya Allah, bagi-Mu salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku dan kepada-Mu tempat kembaliku dan kepada-Mu lah pemeliharaan apa yang aku tinggalkan.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan keragu-raguan dalam hati serta kesulitan segala urusan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang dihembuskan oleh dingin”.

  • Thawaf Ifadhah

Kegiatan ini wajib Anda setelah wukuf di Padang Arafah selesai. Dari Arafah, Anda akan pergi ke Masjidil Haram yakni Ka’bah. Proses thawaf sendiri dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah 7 kali. Arah putaran ketika mengelilingi Ka’bah adalah melawan arah jarum jam. 

Saat melakukan thawaf, Anda bisa membaca doa berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ اللهُ أَكْبَرُ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.

“Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, tiada daya (untuk memperoleh manfaat) dan tiada kemampuan untuk menolak bahaya) kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung”.

  • Sa’i

Kegiatan ibadah haji lain yang wajib dan masuk rukun haji adalah sa’i. Dulunya, sa’i dilakukan oleh istri Nabi Ibrahim untuk menemukan mata air demi anaknya. Jamaah haji melakukan sa’i dengan berjalan sebanyak 7 kali perjalanan. Awal perjalanan mulai dari Bukit Shafa menuju Bukit Marwah. 

Bacaan doa saat melaksanakan sa’i adalah sebagai berikut:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ (Baca 3 kali)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar (3x).

Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

  • Cukur

Kegiatan lain yang masuk dalam rukun haji adalah bercukur atau tahallul (memotong rambut). Jamaah perempuan dan laki-laki sama-sama wajib menjalankan tahallul

Perbedaannya terletak pada dimana rambutnya dipotong. Untuk jamaah laki-laki, wajib memotong tiga helai rambut. Sementara jamaah perempuan cukup memotong ujung rambut saja, namun jumlahnya tetap 3 helai. 

Ibadah haji Anda dapat dikatakan sah ketika syarat dan rukun haji sudah terpenuhi. Rukun haji sendiri perlu dijalankan dengan tertib agar bisa dibilang sah. 

Arti tertib di sini adalah urutannya sesuai dengan aturan yang berlaku. Misalkan wukuf di Padang Arafah harus dilakukan sebelum thawaf di Ka’bah dan prosesnya juga perlu Anda jalani di waktu yang sudah ditentukan.

  1. Apa Saja Wajib Haji? 

Ada beberapa hal yang menjadi wajib haji bagi jamaah yang berangkat ke tanah suci. Wajib haji ini tidak boleh ditinggalkan, dan apabila terlupa maka ada denda atau konsekuensi yang perlu diikuti. 

Apa saja yang termasuk wajib haji? 

  • Berihram dari Miqat

Hal pertama yang masuk dalam wajib haji adalah berihram dari miqat (batasan). Miqat untuk ihram terdiri dari dua jenis yakni miqat zaman (batas waktu) dan miqat makani (batas tempat).

  • Mabit di Muzdalifah

Wajib haji selanjutnya adalah mabit di Muzdalifah. Mabit sendiri artinya bermalam atau menginap. Namun dalam ketentuannya, Anda dapat menginap atau hanya lewat saja. 

Waktu untuk menginap ini adalah malam 10 Dzulhijjah, tepatnya setelah Anda selesai melakukan wukuf di Arafah. 

  • Melontar Jumrah Aqabah

Salah saat wajib haji yang perlu Anda lakukan saat di Mina adalah melontarkan jumrah. Total ada 3 jumrah yang harus dilempar yakni Aqabah, Wustha, dan Ula

Pelemparan jumrah Aqabah sendiri dilakukan di tanggal 10 Dzulhijjah. Waktu pelemparannya yakni setelah menginap di Muzdalifah dan setelah terbit matahari. 

  • Melempar Jumrah di Hari Tasyrik

Ketika menunaikan rukun islam yang kelima ini, Anda akan melemparkan jumrah beberapa kali. Salah satunya yakni saat hari Tasyrik di tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Setiap jumrah perlu dilempar sebanyak 7 kali lemparan. Urutannya dimulai dari jumrah Ula 7 kali lemparan dengan mengucap takbir tiap melempar. Kemudian baru jumrah Wustha lalu Aqabah

  • Mabit di Mina

Wajib haji selanjutnya adalah bermalam atau menginap di Mina. Waktu untuk menjalankan kewajiban haji satu ini adalah di malam-malam Tasyrik

  • Tawaf Wada

Terakhir ada tawaf Wada atau tawaf perpisahan. Tawaf ini Anda lakukan ketika akan meninggalkan kota Mekkah. Wajib haji ini tidak boleh ditinggalkan oleh jamaah. Jika tidak sengaja terlewat, maka ibadah hajinya tetap sah. Hanya saja jamaah perlu membayar dam.

Jenis-Jenis Dam Haji dan Cara Pembayarannya

Dam haji merupakan denda atau sanksi yang perlu Anda bayar sebagai konsekuensi atas beberapa hal yakni:

  • Meninggalkan sesuatu yang wajib dikerjakan. 
  • Melakukan larangan saat haji secara sengaja ataupun tidak sengaja. 
  • Adanya halangan dalam menyelesaikan ibadah haji dalam perjalanan. 

Untuk membayar dam ini, bentuknya bisa berupa menyembelih hewan seperti domba dan unta. Selain itu opsi lainnya adalah dalam bentuk fidyah dengan memberi makan orang berpuasa, fakir miskin, ataupun bersedekah. 

Dalam ibadah haji, ada 3 jenis dam yang perlu Anda pahami yakni:

  1. Dam Nusuk

Ini adalah dam yang wajib dibayarkan oleh jamaah haji tamattu atau qiran. Jenis haji ini artinya jamaah menjalankan hal sunnah dulu sebelum wajib yakni umrah sebelum haji.

Jadi, pemberian sanksi ini tidak ada kaitannya dengan pelanggaran yang dilakukan oleh jamaah. Bentuk danta adalah dengan menyembelih seekor kambing per orang dan dagingnya nanti akan dibagikan kepada fakir miskin. 

  1. Dam Isa’ah

Jenis dam yang kedua ini terjadi akibat meninggalkan wajib haji. Perkara wajib haji ini termasuk thawaf Wada, tidak berihram dari miqat, tidak bermalam di Mina dan Muzdalifah, hingga tidak melontarkan jumrah

Dam Isa’ah juga perlu Anda bayarkan jika tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Mekkah karena sakit keras, terhalang di perjalanan, dan lain sebagainya. Bentuk dam ini adalah berupa menyembelih seekor kambing. 

  1. Dam Kafarat

Terakhir adalah dam kafarat yang harus dibayarkan oleh jamaah karena melanggar hal yang dilarang atau diharamkan saat ibadah haji. Jumlah dam kafarat ini berbeda untuk masing-masing pelanggaran. Anda bisa menyimak ulasan lengkapnya di bawah ini:

  • Pelanggaran Larangan Ihram

Ini termasuk dalam pelanggaran ringan yakni:

  • Bagi laki-laki, memakai penutup kepala atau kain berjahit. 
  • Untuk perempuan, menutup wajah atau memakai kaos tangan. 
  • Menggunakan minyak rambut. 
  • Memakai parfum atau sejenisnya di pakaian maupun badan. 
  • Memotong kuku, rambut atau bulu di badan. 

Jika melanggar satu atau lebih larangan di atas, maka Anda bisa memilih membayar dam dalam beberapa bentuk. Pertama, menyembelih seekor kambing. Kedua, membayar fidyah kepada 6 fakir miskin, masing-masing 2 mud atau 1 ½ kg makanan pokok. Ketiga, berpuasa selama 3 hari. 

  • Membunuh Binatang Buruan Darat

Larangan lain dalam berihram adalah membunuh hewan buruan Darat. Ketika Anda melanggarnya, maka perlu membayar dam berupa mengganti menggunakan hewan ternak yang sepadan dengan hewan buruan tadi. 

Jika tidak mampu maka bisa Anda ganti dengan puasa. Ketentuannya adalah 1 hari puasa sama dengan 1 mud atau ¾ kg beras. 

  • Melakukan Hubungan Suami Istri

Pelanggaran terakhir yang mengakibatkan munculnya dam kafarat adalah jima atau hubungan suami istri. Jima termasuk dalam kategori pelanggaran berat. Bahkan bisa mengakibatkan ibadah haji Anda batal jika  pelanggaran terjadi sebelum tahallul (bercukur) awal.

Ada dua jenis sanksi yang Anda terima apabila pelanggaran terjadi sebelum tahallul awal, yakni bayar dam dan wajib meng-qadha ibadah haji di tahun berikutnya. Sementara itu, jika pelanggaran terjadi setelah tahallul awal, maka ibadah hajinya tetap sah. Sanksinya hanya perlu membayar dam saja. 

Bentuk dam untuk pelanggaran ini adalah menyembelih seekor unta. Jika tidak mampu, maka bisa ganti jadi seekor sapi atau 7 ekor kambing. Apabila masih belum mampu juga, maka gantinya adalah memberi makan fakir miskin dengan nilai yang sepadan satu ekor unta. 

Alternatif terakhir dengan berpuasa dengan ketentuan satu hari sama dengan satu mud

Manfaat Ibadah Haji Bagi Umat Islam

Haji

Umat muslim berlomba-lomba untuk segera mendaftar haji, mengingat porsi yang tersedia terbatas setiap tahunnya. Tidak sedikit yang mengumpulkan biaya haji dari nominal kecil agar mimpi ke tanah suci bisa tercapai.

Manfaat dari haji sendiri sangat baik untuk siapapun yang mampu menunaikannya. 

  • Pertama, bisa meningkatkan rasa syukur terhadap nikmat yang Allah SWT berikan. 
  • Kedua, Anda telah menunaikan salah satu kewajiban bagi umat islam. Artinya gugur sudah kewajiban untuk berhaji seumur hidup sekali.
  • Ketiga, Anda akan mendapat perubahan signifikan setelah menunaikan ibadah haji karena pengalaman spiritual saat berada di tanah suci. Semakin dekat Anda dengan Allah SWT, maka semakin baik pula iman dan takwa.

Anda memiliki rencana berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji atau umrah? Bergabunglah bersama Granada Tour untuk mendapatkan perjalanan haji dan umrah yang aman dan nyaman. Info lebih lanjut hubungi kami di sini

Bagikan artikel ini

Artikel lainnya