Hukum Haji Berdasarkan Kondisi yang Perlu Anda Pahami

Hukum haji

Haji adalah salah satu ibadah dalam Islam yang mempunyai beberapa hukum. Sayangnya tak semua umat Muslim mengetahui atau bahkan memahami keberadaan hukum itu. Akibatnya ada banyak orang yang keliru mengartikan hukum haji yang mana sebenarnya tidak sulit untuk Anda pahami. 

Adapun pemahaman mengenai hukum-hukum haji itu akan membawa Anda pada perjalanan ibadah yang lebih khusyuk. Lebih dari itu memahami hukum ibadah ini juga bisa berarti mengetahui apa saja yang menjadi dasar untuk melaksanakannya. 

Hukum Haji Berdasarkan Kondisi yang Perlu Anda Pahami

Hukum haji

Dalam Islam paling tidak ada sekitar empat hukum yang mengatur tentang pelaksanaan ibadah haji. Adapun hukum itu pun bisa disesuaikan dengan keadaan dari calon haji mengingat tak semua orang terkena hukum wajib haji. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

  1. Wajib

Wajib adalah hukum yang umumnya diketahui oleh semua orang dan bahkan sudah dikenalkan sejak usia dini. Hanya saja hukum wajib ini hanyalah berlaku untuk umat Muslim yang mengatasnamakan haji dalam nazarnya dalam hal qadha sampai murtad

Adapun hukumnya jadi wajib untuk umat Islam yang mengqadha hajinya karena melanggar larangan berat haji. Di samping itu hukum wajib ini juga berlaku untuk jamaah yang melewatkan rukun haji, termasuk tidak menjalankan wukuf

Hukum yang satu ini bahkan berlaku untuk Anda yang sudah pernah melaksanakan ibadah haji. Untuk hal orang murtad, ibadah ini perlu dilaksanakan ketika ada seseorang yang keluar agama Islam lantas masuk lagi. 

Dalam hal ini orang itu wajib menjalankan haji. Tujuannya adalah untuk mengembalikan keimanan dan keislaman yang sebelumnya sudah hilang. 

  1. Sunnah

Selanjutnya haji juga memiliki hukum yang sunnah. Hukum berhaji yang satu ini biasanya berlaku untuk umat Muslim yang belum baligh. Alasannya karena muslim yang belum balik artinya belum mempunyai kewajiban akan melaksanakan ibadah apapun, termasuk haji pada usianya. 

Hukum sunnah ini juga bisa berlaku untuk Muslim yang sudah pernah melaksanakan haji sebelumnya. Jadi seorang Muslim yang sudah mempunyai title haji atau hajah tak lagi memiliki kewajiban untuk berhaji lagi karena sudah memenuhi tangung jawabnya. 

Oleh karena itu hukum wajib akan hilang untuk dua kalangan ini.

  1. Makruh

Selain sunnah ternyata ibadah haji juga mempunyai hukum makruh. Untuk hukum makruh pada haji ini sebaiknya tidak Anda lakukan. Kalangan yang biasanya mendapat hukum makruh ini antaranya wanita yang sudah menikah dan tanpa ijin dari suaminya melaksanakan haji. 

Selain itu hukum makruh ini juga bisa berlaku untuk Anda yang sebelumnya sudah beberapa kali melaksanakan haji dan ingin lagi padahal kondisi lingkungan sekitar masih belum merdeka. 

Anda bisa bertanya pada agen haji dan umroh Granada Tour melalui layanan tanya jawab pada Whatsapp kami di sini

  1. Haram

Terakhir haji juga mempunyai hukum haram. Adapun maksud dari haram ini adalah bisa menimbulkan dosa apabila Anda mengerjakannya. Bahkan jika haji ini melibatkan itikad baik untuk penyempurna ibadah namun tetap saja ada beberapa hal yang membuatnya jadi haram. 

Haji haram sendiri biasanya ditujukan pada Muslim yang pergi dengan niat atau maksud tidak baik. Misalnya saja niat tak baik untuk mencuri harta calon jemaah haji lainnya atau memiliki maksud buruk saat menginjak tanah suci Mekah.  

Memahami hukum mengenai haji akan membuat Anda terhindar dari yang buruk sehingga ibadah itu bisa mendatangkan berkah. Selain memahami hukumnya Anda juga perlu memahami jenis ibadah haji. 

Jenis-Jenis Ibadah Haji

Hukum haji

Secara umum pelaksanaan ibadah ini memang sama. Kendati demikian ibadah haji sendiri paling tidak dikelompokan menjadi tiga jenis yaitu:

  1. Ifrad

Jenis yang pertama ada haji Ifrad. Dalam hal ini maksud dari Ifrad adalah melaksanakan ibadah haji lebih dulu lalu umrah di luar musim haji. Anda yang melaksanakan haji dengan Ifrad tetap dalam keadaan ihram sampai selesai semua amalan hajinya

  1. Tamattu’

Selanjutnya ada juga Tamattu. Haji jenis ini adalah melaksanakan ibadah umrah lebih dulu baru melakukan haji pada musim haji tahun yang sama. Untuk melaksanakan haji jenis ini biasanya Jemaah akan dikenakan dam atau denda yang harus dibayar. 

  1. Qiran

Haji Qiran adalah jenis ibadah yang melakukan kedua ibada yaitu haji dan umlah secara bersamaan pada miqad. Adapun penamaan Qiran sendiri karena artinya pengumpulan antara haji dan umrah dalam satu ihram.

Demikianlah pembahasan tentang hukum haji dan jenisnya yang perlu Anda tahu demi kelancaran ibadah. Adapun jika bingung Anda juga bisa meminta pendapat dari ahli secara langsung agar lebih memahaminya. 

Bagikan artikel ini

Artikel lainnya