Tata Cara, Urutan, dan Doa Manasik Haji Lengkap

Manasik Haji

Sebelum berangkat haji calon jemaah harus memahami dengan baik serangkaian ibadah haji yang akan dilakukan di sana. Untuk itu, setiap calon jemaah diharuskan mengikuti pelatihan pelaksanaan ibadah haji atau manasik haji.

Bimbingan ini sangat penting sebagai bekal supaya bisa menjalankan ibadah dengan baik, benar, dan khusuk. Mulai dari membaca niat,  bacaan manasik haji, rukun, syarat, sampai aturan yang harus dan tidak boleh dilakukan.

Pengertian Manasik Haji

Manasik Haji

Manasik haji merupakan serangkaian simulasi kegiatan ibadah haji di tanah suci yang diselenggarakan oleh Departemen Agama dan KBIH. Supaya para jemaah haji tidak hanya memahami tata cara tapi juga sekaligus praktek.

Dengan demikian, maka jamaah akan lebih jelas mengetahui apa saja yang akan dilakukan selama menjalani ibadah haji. Mulai dari pakaian yang harus dikenakan saat haji hingga seluruh ibadah yang merupakan bagian wajib dalam haji.

Tujuan lain dari dilaksanakannya manasik haji yaitu:

  • Meningkatkan pemahaman dan kualitas jemaah terkait pelaksanaan ibadah haji.
  • Mendukung jamaah supaya menjadi haji yang mabrur
  • Membantu meningkatkan kualitas dan performa layanan bimbingan ibadah haji

Lalu, kapan dilaksanakan manasik haji?

Bagi calon jemaah haji biasanya mengikuti manasik haji di setiap akhir pekan mulai dari 3 – 6 bulan sebelum berangkat ke tanah suci. 

Walaupun menurut ulama hukumnya sunnah, di dunia pendidikan, manasik haji sudah menjadi kegiatan yang dilakukan hampir setiap tahun dan bahkan masuk dalam kegiatan praktik.

Dengan demikian maka siswa lebih bisa mendalami pelajaran terkait rukun islam kelima mulai dari jenjang pendidikan TK.

Susunan Manasik Haji Lengkap

Manasik Haji

Manasik haji membantu jamaah supaya lebih lancar menjalankan ibadah haji karena sudah memahami dengan baik serangkaian aktivitas yang harus dilakukan.

Hal ini tentu sangat membantu jamaah untuk lebih fokus beribadah tanpa memikirkan apa dan bagaimana kegiatan berikutnya.

Maka dari itu, pahami urutan manasik haji lengkap berikut ini:

  1. Menggunakan Pakaian Ihram

Awali dengan mandi, berwudhu, lalu memotong kumis, kuku, rambut kemaluan, dan rambut ketiak. Setelah itu menggunakan pakaian wajib untuk haji bagi perempuan dan laki-laki serta membaca niat haji dan membaca kalimat talbiyah.

  1. Melakukan Wukuf di Padang Arafah

Waktu untuk memperbanyak baca doa dan beribadah kepada Allah mulai dari siang hari sampai malam hari atau menjelang subuh.

  1. Thawaf Ifadhah

Setelah wukuf, kembali ke Ka’bah untuk melaksanakan thawaf ifadhah yang lebih utama jika dilaksanakan pada hari Tasyrik. Lakukan sambil membaca niat dan berjalan mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali serta terus membaca talbiyah.

  1. Sa’i

Urutan selanjutnya yaitu melaksanakan sa’i atau berlari kecil dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah. Dalam melaksanakan ibadah ini, pembimbing manasik akan doa niat serta tata cara melakukan sa’i.

  1. Mabit di Muzdalifah

Berikutnya mabit di Muzdalifah mulai dari maghrib sampai terbit fajar. Setelah itu mengumpulkan 49-70 kerikil untuk kegiatan melempar jumrah.

  1. Melontar Jumrah Aqabah

Waktunya melempar satu per satu kerikil yang tadi simpan hingga sebanyak 7 kali. Seperti rangkaian ibadah haji lainnya, ada doa yang harus dibaca sebelum melontar jumrah aqabah.

  1. Tahallul Awal

Tahallul pertama sebagai tanda jika jemaah sudah melaksanakan sa’i, melontar jumrah, dan thawaf ifadhah. Menyelesaikan 3 perbuatan itu berarti jemaah boleh menggunakan wangi-wangian atau berpakaian biasa, namun tidak untuk berhubungan intim.

  1. Mencukur Rambut

Dalam manasik haji Anda mungkin tidak harus melakukan ini, tapi penting juga untuk Anda ketahui. Jadi, setelah melontar jumrah disarankan untuk memotong rambut baik gundul keseluruhan atau cukup dengan 3 helai rambut saja.

  1. Tahallul Kedua

Tahallul kedua dilakukan setelah menyelesaikan thawaf ifadhah, sa’i, mencukur rambut, dan melontar jumrah aqabah.

  1. Melontar 3 Jumrah

Berikutnya melempar jumrah di 3 tempat berurutan sebagai syarat sah, yaitu:

  • Jumrah ula di Haratullisan
  • Jumrah wustha di antara jumrah aqabah dan ula
  • Jumrah aqabah di perbatasan Mina dan Makkah

Jadi, harus dilakukan secara berurutan.

  1. Mabit di Mina

Kegiatan berikutnya adalah bermalam di Mina dengan opsi durasi 2 atau 3 malam. Jadi, sesuaikan dengan waktu Anda dan rombongan untuk meninggalkan Mina nantinya.

  1. Thawaf Wada

Merupakan ibadah terakhir bagi yang suci sebelum meninggalkan Makkah dan tidak kembali lagi ke hotel.

Melalui manasik haji Anda akan mengetahui rangkaian ibadah yang akan dilakukan selama haji. Lebih dari itu, pastikan Anda mendapatkan biro perjalanan haji dan umrah terbaik dengan menghubungi kami di sini.

Bagikan artikel ini

Artikel lainnya