Miqat dalam Ibadah Haji dan Umrah yang Harus Anda Ketahui!

miqat dalam ibadah haji dan umrah

Miqat dalam ibadah haji dan umrah merupakan bagian wajib yang akan Anda lalui saat beribadah di Tanah Suci nantinya. Bagi Anda calon jemaah umrah dan haji perlu mengetahui banyak hal, salah satunya ialah istilah miqat. Simak ulasan berikut hingga tuntas, ya!

Apa itu Miqat?

Miqat menjadi satu rukun yang harus ditunaikan sebelum para jemaah mulai melaksanakan rangkaian ibadahnya di Baitullah. Lantas apa pengertian dari miqat itu sendiri?

Miqat secara bahasa bermakna menetapkan waktu. Sedangkan secara istilah, miqat adalah tempat atau waktu yang ditentukan untuk mulai mengerjakan ibadah haji maupun umrah. Miqat haji dan umrah dibagi menjadi dua, Miqat Zamani dan Miqat Makani. Berikut dibawah ini penjelasannya:

  1. Miqat Zamani

Miqat Zamani ialah ketetapan waktu dalam menunaikan ibadah haji dan umrah. Miqat Zamani untuk ibadah haji dimulai dari bulan Syawwal, Dzulqa’dah, dan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Sedangkan untuk umrah, miqat ini berlaku sepanjang tahun tanpa batasan.

Jika seseorang ingin menunaikan haji tetapi ihramnya tidak dilakukan pada bulan-bulan di atas. Maka, ibadah hanya bisa dianggap umrah dan bukan haji.

  1. Miqat Makani

Miqat Makani adalah ketetapan batas tempat untuk mengawali ihram saat haji atau umrah. Selain pengertian tersebut, miqat makani juga bisa diartikan sebagai ketentuan tempat bagi jemaah untuk memulai niat haji atau umrah.

Jemaah haji diwajibkan melaksanakan miqat ini di tempat yang telah ditentukan dengan mengenakan ihram dan dilanjutkan mengerjakan salat sunah 2 rakaat di lokasi miqat haji maupun umrah. Setelahnya jemaah mengucapkan niat dan menuju Makkah untuk tawaf di Baitullah dan sa’i.

miqat dalam ibadah haji dan umrah

Tempat Miqat

Pelaksanaan ibadah haji dan umrah mempunyai beberapa tempat yang ditetapkan oleh Rasulullah SAW untuk memulai ihram. Rasulullah SAW sendiri telah memberikan tuntunan bagi para calon jemaah yang akan menunaikan haji atau umrah

Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, dan An-Nasa’i berikut:

عن ابن عباس قال إن النبي صلى الله عليه وسلم وقت لأهل المدينة ذا الحليفة ولأهل الشأم الجحفة ولأهل نجد قرن المنازل ولأهل اليمن يلملم هن لهن ولمن أتى عليهن من غيرهن ممن أراد الحج والعمرة

“Dari Ibnu Abbas RA sesungguhnya Rasulullah SAW telah menetapkan miqat bagi penduduk Madinah di Dzulhulaifah, penduduk Syam di Juhfah, penduduk Nejd di Qarn, penduduk Yaman di Yalamlam, begitu juga termasuk orang-orang yang ingin berhaji dan umrah yang berasal dari tempat lain tetapi melewati daerah-daerah tersebut (maka miqatnya sama dengan daerah yang dilewati).”

Nah, dari hadis tersebut bisa Anda ketahui jika tidak semua jemaah mempunyai tempat miqat yang sama. Berikut ini penjabaran ketentuan-ketentuan miqat yang perlu Anda ketahui:

  1. Dzulhulaifah atau Bir Ali

Lokasi miqat umrah dan haji yang pertama ialah Dzulhulaifah atau Bir Ali. Tempat miqat ini berjarak kurang lebih 450 km dari Makkah. Miqat Dzulhulaifah ini ditujukan bagi penduduk Madinah.

  1. Rabigh sebelum Juhfah

Tempat miqat Juhfah memiliki jarak tempuh sekitar 183 km di arah barat laut Makkah. Miqat ini umumnya digunakan oleh jemaah dari Syiria, Yordania, Mesir, dan Lebanon.

Sekarang Juhfah adalah desa tak berpenghuni, kemudian dipindahkan ke Rabigh, yang bertempat sebelum Juhfah. Kini Rabigh juga menjadi tempat miqat bagi masyarakat Syiria dan sekitarnya.

  1. Qarnul Manazil atau As-Sail

Batas dimulainya ibadah haji dengan umrah ialah Qarnul Manazil atau yang sekarang ini disebut dengan As-Sail. Lokasi tepat As-Sail dekat dengan pegunungan Thaif atau berkisar 94 km di timur Makkah. Miqat ini menjadi tempat para jemaah yang berasal dari Najd dan Dubai, serta para jemaah yang berasal dari timur Makkah.

  1. Yalamlam

Yalamlam berada sekitar 92 km di arah tenggara Makkah. Yalamlam menjadi tempat miqat jemaah yang berasal dari Yaman serta yang melalui rute serupa, seperti India, China, Jepang, dan Pakistan.

  1. Dzatu Irqin

Tempat miqat terakhir ialah Dzatu Irqin yang mempunyai jarak 94 km di arah timur laut Makkah. Miqat ini ditempati oleh jemaah dari Iran dan Iraq atau yang melewati rute yang sama.

miqat dalam ibadah haji dan umrah

Bagi jemaah dari Indonesia (sesuai dengan buku Tuntutan Manasik Haji dan Umrah dari Kemenag), miqatnya menyesuaikan dengan gelombang. Jika Anda jemaah gelombang pertama, maka mulai miqat di Dzulhalaifah atau Bir Ali.

Miqat gelombang kedua berada di atas pesawat udara pada garis sejajar dengan Qarnul Manazil atau di Bandara King Abdul Aziz Jeddah atau Asrama Haji Embarkasi di Tanah Air.

Demikian itulah penjelasan mengenai miqat dalam ibadah haji dan umrah. Jika Anda tengah mencari biro perjalanan haji dan umrah terpercaya yang mampu membimbing ibadah Anda, maka Granada Tour lah jawabannya. Tunggu apalagi, segera hubungi Kami di sini!

Bagikan artikel ini

Artikel lainnya