Bacaan Niat Haji: Arab, Latin, dan Terjemahnya

Niat Haji

Niat haji adalah hal pertama yang perlu Anda lakukan sebelum menjalankan ibadah kelima dalam Islam ini. Karena tanpa niat, ibadah haji tidak sah. Selain itu, niat yang terucap dengan baik, benar, dan ikhlas akan mengantarkan seseorang dalam perjalanan ibadah yang lancar. 

Kelak, dia akan menjadi haji yang mabrur juga merasakan kenikmatan luar biasa. Lantas, bagaimana bacaan niat haji?

Haji dan Jenis-Jenisnya

Niat Haji

Sebelum membahas lafaz niat hajinya, ketahuilah bahwa haji ada tiga jenis.

  1. Haji Ifrad yakni melaksanakan haji sebelum umrah.
  2. Haji Tamattu’ yakni mendahulukan ibadah umrah kemudian haji.
  3. Haji Qiran yakni menjalankan ibadah umrah dan haji secara bersamaan.

Namun, untuk pelaksanaan haji Tamattu’ dan Qiran, Anda perlu membayar dam atau denda.

Cara Niat Ibadah Haji

Niat Haji

Niat memiliki hubungan yang erat dengan ihram. Hal ini sesuai dengan surah Al-Baqarah ayat 196 yang berbunyi.

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ ۚ فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۚ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗ ذَٰلِكَ لِمَنْ لَمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Yang artinya, “Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terhalang oleh musuh atau sakit maka (sembelihlah) kurban yang mudah didapat dan jangan kamu mencukur kepalamu sebelum kurban sampai di tempat penyembelihannya. 

Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur) maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu berpuasa, bersedekah, atau berkurban. Apabila kamu telah (merasa) aman maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) kurban.

Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang kurban atau tidak mampu) maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari setelah pulang kembali. Itulah sepuluh hari yang sempurna. 

Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaanNya.”

Di sisi lain, ada ulama besar bernama Imam An-Nawawi yang menguatkan pernyataan tersebut dalam Al-Majmu’ Syarah Al Muhadzdzab,

فالإحرام هو النية بالقلب وهي قصد الدخول في الحج أو العمرة

Maknanya, “Ihram adalah niat dalam hati, yakni keinginan untuk melakukan ibadah haji dan/atau umrah.”

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa orang yang hendak berhaji harus memantapkan niat tersebut dalam hati, melafazkan niat agar lebih afdhal, dan membarenginya dengan lafaz talbiyah.

ينبغي لمريد الاحرام أن ينويه بقلبه ويتلفظ بذلك بلسانه فَيَقُولُ بِقَلْبِهِ وَلِسَانِهِ نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْت بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ إلى آخر التلبية فهذا أكمل ما ينبغي له

Maknanya, “orang yang hendak berihram harus menanamkan keinginan tersebut dalam hati, melafazkannya, kemudian bertalbiyah. Hendaknya, dia melafazkan kalimat ‘nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala, labbaik Allahumma labbaik’ dalam hati. Dan hingga lafadz talbiyah berakhir merupakan niat paling baik.

Bahkan menurut beliau, niat memang harus dimantapkan dalam hati sembari dilafazkan atau dilisankan. Jika tidak, sama saja ihramnya tidak sah. Begitu pula sebaliknya.

Tulisan Bacaan Niat Haji dalam Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

Niat Haji

Adapun doa niat haji yakni.

  • Niat Haji

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بحَجًَةِ

nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala, labbaik Allahumma hajjan

Terjemahannya: “Aku berniat haji dan berihram karena Allah SWT, aku datang memenuhi panggilanmu, ya Allah.

  • Niat Umrah

نَوَيْتُ الْحَجَّ والعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهاَ لِلهِ تَعَالَى

nawaitul ‘umrata wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika Allahumma ‘umratan

Terjemahannya: “Aku berniat melaksanakan umrah dan berihram karena Allah SWT. Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah untuk berumrah.”

  • Niat Haji Sekaligus Umrah

نَوَيْتُ الْحَجَّ والعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهاَ لِلهِ تَعَالَى

nawaitul hajja wal ‘umrata wa ahramtu bihi lillahi ta’ala.

Terjemahannya: “Aku berniat melaksanakan haji dan umrah sekaligus juga berihram karena Allah SWT.”

Niat haji di atas terlafazkan ketika seseorang hendak melakukan ihram. Niat ini juga perlu dipegang teguh hingga pelaksanaan ihram selesai.

Agar tidak kesulitan menjalankan niat haji, sebaiknya pilihlah travel haji dan umroh dengan fasilitas lengkap. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan bimbingan dari awal hingga akhir. Salah satu rekomendasinya, yakni Granada Tour. Lebih lengkap tentang layananannya, bisa hubungi ke sini.

Bagikan artikel ini

Artikel lainnya