Kenali 7 Syarat Wajib Haji, Apakah Anda Termasuk?

Syarat Wajib Haji

Haji adalah suatu ibadah yang tak semua orang mampu melakukannya. Jika Anda telah melaksanakan ibadah haji, maka tiada yang pantas bagi Anda kecuali bersyukur. Namun jika Anda belum menunaikannya jangan berkecil hati, setidaknya pelajari terlebih dahulu syarat wajib haji.

Penting sekali mengetahui syarat wajib ibadah haji, sehingga Anda akan mengetahui apakah diri Anda termasuk orang yang diwajibkan berhaji atau tidak. Karena segala sesuatu yang dipaksakan tidak akan baik, terlebih jika itu di luar kemampuan.

Hal itu juga dalam hal haji, jika memang belum memungkinkan pergi haji maka tidak baik dipaksakan. Misalnya menabung setiap hari untuk haji hingga anak istrinya terlantar karena kelaparan. Sedangkan uang tabungan untuk haji itu cukup untuk makan beberapa hari saja. 

Maka dari itu, kenali dan pahami syarat-syarat wajib haji, agar kita sama-sama paham siapa saja yang berkewajiban haji. Sehingga tidak memaksakan diri. Sebelum itu, mari kita ketahui terlebih dahulu apa saja dalil perintah haji, agar pengetahuan kita lebih afdhal.

Dalil-dalil Perintah Haji

Dalam Islam, ada dua sumber utama yang menjadi landasan dalam menjalankan ibadah maupun muamalah, dua sumber tersebut adalah Al-Qur’an dan Al-Hadist. Oleh karena itu, berikut kami paparkan dalil haji dari Al-Qur’an dan hadits Nabi. 

  1. Dalil Al-Qur’an

وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِ نَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ      

“Menunaikan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu yang sanggup pergi ke Baitullah (Ka’bah). Barang siapa yang menolak (kewajiban) haji, maka sungguh Allah Maha Kaya (tidak butuh) dari alam semesta”. (QS. Ali Imran: 97)

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ  

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah”. (QS. Al-Baqarah: 196).

Kedua ayat tersebut menjadi dasar hukum atas kewajiban haji menurut mayoritas ulama’, sebagaimana yang dinyatakan Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya.

  1. Dalil Hadits

بُنِىَ الاِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ اَنْ لآ اِلَهَ اِلاَّ اﷲُ٬ وَاَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اﷲِ٬ وَاِقَامِ الصَّلاَةِ وَاِيْتَاءِ الزَّكاَةِ ٬ وصَوْمِ رَمَضَانَ ٬ وَحِجِّ الْبَيْتِ لِمَنْ اِسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلاً

“Islam dibangun atas lima asas, yaitu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah bagi siapapun yang mampu melaksanakannya” (HR. al-Bukhari & Muslim)

Hadits di atas sangatlah masyhur menjadi landasan rukun Islam yang salah satunya adalah haji. 

Syarat-syarat Wajib Haji   

Menurut Madzhab Syafi’i (madzhab yang mayoritas dianut masyarakat muslim Indonesia), syarat-syarat wajib ibadah haji ada 7. Siapapun yang memenuhi syarat tersebut maka wajib atasnya untuk berhaji ke Baitullah. Berikut ini syarat-syarat wajibnya.

  1. Islam

Maka semua orang yang tidak beragama Islam tidak wajib berhaji, walaupun telah dewasa. Sebaliknya, semua yang beragama Islam pada dasarnya memiliki kewajiban haji, akan tetapi juga harus memenuhi syarat wajib lainnya.

  1. Baligh

Baligh adalah ketika telah mengalami mimpi basah bagi laki-laki dan mengeluarkan darah haid (menstruasi) bagi perempuan. Maka siapapun umat Islam yang telah baligh memiliki kewajiban haji selama memenuhi syarat wajib lainnya.

  1. Berakal

Melaksanakan haji tentu dilakukan oleh orang yang berakal. Maka orang-orang yang tidak berakal seperti orang gila atau yang sedang mengalami koma yang lama, tidak ada kewajiban haji atasnya.

  1. Merdeka

Adanya persyaratan merdeka ini karena dahulu memang ada sistem perbudakan. Di zaman sekarang ini sistem tersebut telah tiada. Namun hukumnya masih berlaku, sehingga jikalau hari ini ada orang Islam yang menjadi budak, maka ia tidak wajib berhaji.

  1. Adanya Bekal dan Kendaraan

Karena perjalanan menuju Makkah adalah perjalanan yang jauh. Maka diperlukan bekal dan kendaraan. Sehingga bagi Anda yang mungkin belum mampu membayar biaya naik pesawat untuk ke Makkah, maka haji tidak wajib untuk Anda.    

  1. Keamanan dalam Perjalanan

Misalkan jalur menuju Makkah kondisinya yang membahayakan, misalnya ada perang atau bencana yang melanda seperti covid-19 kemarin. Maka tidak diwajibkan haji.

  1. Kondisi yang Memungkinkan Perjalanan Haji

Misalkan Anda sedang sakit parah yang sangat tidak memungkinkan untuk berhaji, atau memiliki penyakit menular yang membahayakan orang lain. Maka tidak wajib atas Anda untuk pergi haji. Atau mungkin dari segi keuangan memang belum mencukupi, maka berlaku hal yang sama.

Itulah tujuh syarat wajib haji yang perlu Anda perhatikan. Apakah Anda termasuk orang yang memenuhi syarat wajib tersebut? Jika iya, segera daftar haji di biro travel haji yang terpercaya. Semoga kita bisa memenuhi panggilan Allah tersebut.    

Bagikan artikel ini

Artikel lainnya