Mengenal Tata Cara Haji, Persiapan Menuju ke Tanah Suci

Tata Cara Haji

Sebagai Muslim, Anda tentunya ingin menunaikan seluruh rukun Islam, termasuk pergi haji. Haji adalah rukun Islam kelima, dengan ketentuan sanggup melaksanakannya. Jika Anda memiliki kesanggupan untuk menjalaninya, maka ketahui tata cara haji berikut agar Anda dapat beribadah dengan benar. 

Rukun Islam ini wajib untuk orang yang mampu dan mukallaf atau orang baligh serta berakal. Pelaksanaannya pada bulan Syawal hingga sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah.

Kemudian, mampu sebagai orang sehat jasmani dan rohani. Lalu, ada kendaraan dan berada dalam kondisi aman selama perjalanan. Jika Anda seorang perempuan, maka harus pergi dengan orang yang dapat dipercaya. Sehingga, syarat mampu bukan hanya memiliki sebatas uang dan bekal saja.

Rukun dan Wajib Ibadah Haji

Selain urutan tata cara haji yang benar, rukun menjadi penentu sah atau tidaknya sebuah ibadah. Sehingga, ketika Anda meninggalkannya, maka ibadah Anda menjadi kurang lengkap. Sah, namun tetap harus membayar denda tertentu. 

Berikut adalah beberapa rukun haji yang wajib ada selama pelaksanaan ibadah tersebut : 

  • Ihram
  • Wuquf di Arafah
  • Thawaf di Ka’bah
  • Lari kecil dari bukit Shafa ke Marwah
  • Tahallul
  • Tartib

Sedangkan wajib haji adalah:

  • Ihrom dari miqot
  • Mabit di Muzdalifah
  • Mabit di Mina
  • Lontar jumrah
  • Menghindari muharramat atau larangan ihram, karena dapat menimbulkan denda

Tata Cara Mengerjakan Haji

Tata Cara Haji

Alangkah baiknya jika Anda memahami terlebih dahulu mengenai tata cara menunaikan ibadah ini. Sebab, hal ini juga menyangkut syarat sebuah ibadah. Anda tidak bisa melakukannya secara acak. Berikut adalah urutan tata cara ibadah haji : 

  1. Ihram

Kegiatan ini wajib, yakni memanjatkan niat ibadah bermula dari tempat tinggal masing-masing. Lalu, wajib mengenakan pakaian serba putih, tidak berjahit. Sebelum melakukannya, harus mandi dan wudhu, potong kuku dan kumis, termasuk bulu ketiak hingga kemaluan. Pelaksanaannya dari syawal hingga 9 Dzulhijjah.

  1. Wukuf

Tata cara ibadah haji yang benar kedua, melakukan wukuf di Arafah, berdoa kepada Allah dan meminta ampunan. Kemudian memperbanyak dzikir, sholat jamak taqdim qashar, kemudian menghadap kiblat. Waktu pelaksanaannya adalah 9 Dzulhijjah saat tergelincirnya matahari, hingga terbitnya fajar 10 Dzulhijjah

  1. Thawaf Ifadhah

Selama berada di Masjidil Haram, para jamaah berkeliling ka’bah hingga tujuh kali. Jangan lupa baca niat lalu berkeliling dan mengumandangkan talbiyah.

Pelaksanaannya mulai tengah malam, 10 Dzulhijjah hingga kapan saja. Namun Anda lakukan pada hari tasyrik atau 11, 12, 13 Dzulhijjah. Pastikan Anda sudah suci dari hadas kecil dan besar. Jika di tengah-tengah Anda batal, maka segera wudhu kembali. 

  1. Sa’i

Anda berlari kecil di antara bukit Shafa dan Marwa, setelah melakukan tawaf. Aktivitas ini Anda lakukan selama 7 kali. Penghitungannya, dari Shafa ke Marwa terhitung satu kali, demikian pula sebaliknya.

Saat sampai ke bukit, apabila kondisi memungkinkan sebaiknya mendaki hingga ke atas. Jika tidak mampu berjalan, sebaiknya sampai ke kaki bukit.

  1. Berada di Muzdalifah

Wajib untuk menginap di Muzdalifah. Dari maghrib hingga bulan 10 Dzulhijjah, bertepatan dengan fajar. Di lokasi ini, orang mengambil batu sebesar kerikil sebanyak 49 atau 70 butir untuk lempar jumrah.

  1. Lontar Jumrah

Melempar tujuh batu, tidak boleh dalam waktu sekaligus. Hanya boleh satu per satu. Waktunya adalah pada 10 Dzulhijjah.

  1. Cukur Rambut

Anda juga disarankan mencukur rambut minimal tiga helai. Namun, boleh juga jika Anda ingin gundul.

  1. Lontar 3 Jumrah

Dilakukan saat Hari Tasyrik. Lokasinya ada 3. Lokasinya berada di dekat Haratullisan, kemudian perbatasan Mina dan Makkah. Pelemparannya harus urut, apabila tidak maka harus mengulang dari awal. 

Anda harus melempar dengan batu kerikil. Jika tidak, maka tidak akan sah. Jika Anda sakit, maka bisa menggunakan wakil. 

  1. Bermalam di Mina

Anda bermalam di Mina pada malam 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Kemudian, meninggalkannya setelah melempar tiga jumrah

  1. Thawaf Wada

Terakhir adalah perpisahan, saat hendak meninggalkan Mekkah. Jika sedang sakit atau mengalami haid, tidak wajib melakukannya. Cukup dengan berdoa di depan pintu Masjidil Haram. Ini menjadi penutup perjalanan haji dari berangkat sampai pulang yang indah.

Itulah pembahasan mengenai tata cara haji, urutan dan pelaksanaan yang perlu Anda ketahui dan amalkan. Untuk Anda yang sedang mempersiapkan diri atau mencari penyedia perjalanan ibadah, Anda bisa mengklik tautan berikut untuk informasi lebih lanjut. 

Bagikan artikel ini

Artikel lainnya