Ketahui Doa Berangkat Umrah dan Keutamaannya

Doa Berangkat Umrah

Doa berangkat umrah merupakan bekal bagi umat Muslim yang hendak berkunjung ke tanah suci. Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai hukumnya, tetapi bisa sampai ke Mekkah menjadi keinginan yang teramat besar, bukan?

Dari segi biaya, umrah memang lebih terjangkau dari ibadah haji. Begitu juga dengan waktu penantian yang umumnya tidak harus menunggu terlalu lama, bahkan sampai bertahun-tahun.

Keutamaan Umrah

Doa Berangkat Umrah

Sangat wajar, jika tidak sedikit orang yang akhirnya memilih untuk menjalankan umrah terlebih dahulu. Keputusan ini ternyata tidaklah sia-sia, karena beribadah umrah juga mempunyai banyak keutamaan, beberapa di antaranya:

  1. Dosa-Dosa Terhapuskan

Sebuah hadis menyebutkan, jika seseorang pernah berumrah sebelumnya, kemudian berangkat lagi, maka dosa di antara dua waktu tersebut akan terhapuskan. Hal tersebut tercantum pada HR. Bukhari yang artinya:

“Suatu umrah kepada umrah yang lain adalah kafarrah (menghapuskan dosa) di antara keduanya dan haji mabrur (diterima) itu tidak ada balasan baginya selain surga”.

  1. Pahala Berlipat Ganda

Dengan mendirikan salat di Mekkah, Anda berkesempatan untuk memperoleh lipatan pahala mulai dari 1.000 – 100.000 kali lipat. Adapun masjid yang paling utama, yakni Nabawi dan Masjidil Haram.

  1. Terkabulnya Doa

Tanah suci merupakan rumah Allah SWT, sehingga saat datang ke sana, Anda adalah tamu dengan privilege tersendiri. Hak istimewa tersebut berupa terkabulnya doa-doa yang dipanjatkan.

  1. Ketenangan Hati

Saat umrah, jemaah akan menyibukkan diri dengan beribadah, berdzikir, dan berdoa. Serangkaian kegiatan inilah yang membuat hati menjadi lebih tenang dan tentram, karena merasa dekat dengan Allah SWT.

Rangkaian Doa Sebelum Berangkat Umrah

Melansir dari Bincang Syariah, Imam Al-Ghazali di dalam kitab Ihya Ulumuddin mengatakan, bahwa sebelum berangkat haji/umrah hendaklah mengerjakan salat sunnah. Salat tersebut sebanyak dua rakaat dengan anjuran:

  • Rakaat pertama membaca surat Al-Kafirun, setelah Al-Fatihah.
  • Selanjutnya pada rakaat kedua membaca Al-Ikhlas.
  • Setelah salam, kemudian memanjatkan doa sebagai berikut:

اللَّهُمَّ أَنْتَ صَاحِبُ السَّفَرِ وَأَنْتَ الخَلِيفَة فِي الأَهْلِ وَالمَالِ وَالوَلَدِ وَالأَصْحَابِ احْفَظْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ كُلِّ آفَةٍ وَعَاهَةٍ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي مَسِيرِنَا هَذَا البِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ العَمَلِ مَاتَرْضَى، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أِنَّ تَطْوَى لَنَا الأَرْضَ وَتُهّوِّنَ عَلَيْنَا السَفَرَ وَأَنْ تَرْزُقْنَا فِي سَفَرِنَا سَلَامَةَ الْبَدَنِ وَالدِّينِ وَالمَالِ وَتُبَلِّغْنَا حَجَّ بَيتِكَ وَزِيَارَةَ قَبْرِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ، اللَّهُمَّ إِنَّا نّعُوذُبِكَ مِنْ عَثَاِء السَفَرِ وَكآبَةِ المُنْقَلِبِ وَسُوءِ النَّظَرِ فِي الأَهْلِ وَالمَالِ وَالوَلَدِ وَالأصْحَابِ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ فِي جِوَارِكَ وَلَاتُسَلِّبْنَا وَإِيَّاهُمْ نِعْمَتَكَ وَلَاتُغَيِّرْ مَا بِنَا وَبِهِمْ مِنْ عَافِيَتِكَ

Artinya;

“Ya Allah, Engkau adalah kawan dalam perjalanan, dan Engkau adalah pengawas dalam menjaga keluarga, harta, anak, dan teman-teman. Selamatkan kami dan mereka dari setiap petaka dan penyakit. Ya Allah, dalam perjalanan ini kami memohon kepada-Mu kebaikan, ketakwaan, dan amal baik yang Engkau ridhai. 

Ya Allah, dekatkanlah dan mudahkanlah perjalanan ini untuk kami. Anugerahkan pada kami dalam perjalanan ini keselamatan badan, agama, harta, serta sampaikanlah kami untuk menunaikan haji ke rumah-Mu dan menziarahi makam Nabi-Mu Muhammad SAW. 

Ya Allah, kami berlindung pada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, cuaca yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk dalam keluarga, harta, anak, dan teman. Ya Allah jadikanlah kami dan mereka penjagaan-Mu, jangan cabut dari kami dan mereka nikmat dan kesehatan”

Hukum Walimatus Safar Umrah

Selain menjalankan sunnah tersebut, biasanya masyarakat mengadakan walimatussafar, yakni semacam pesta atau tasyakuran. Waktu penyelenggaraannya sendiri, yaitu menjelang keberangkatan.

Umumnya acara tersebut berisi pembacaan doa pergi umrah, tausiah oleh ustaz maupun kyai, dan ditutup dengan makan bersama. Lantas, bolehkan seorang Muslim mengadakan acara tersebut?

Menurut pendapat Imam An-Nawawi dalam kitab Al Majmu’ Syarh Al Muhadzab, penyelenggaraan acara walimatus safar ialah sunnah. Pendapat ini selaras dengan cerita Abdullah bin Ja’fa yang mengatakan:

Nabi SAW ketika datang dari suatu perjalanan, maka kami menemuinya, yakni saya, Hasan dan Husein menemui beliau, lalu beliau menggendong salah satu dari kami di bagian depan dan yang lainnya (digendong) di bagian belakang sampai kami masuk kota Madinah”, (Hadis Riwayat Imam Muslim)

Meski demikian, sebaiknya acara tersebut terselenggara sesuai dengan koridor agama, sederhana, tidak berlebihan maupun memberatkan calon jemaah umrah. Secukupnya saja, sebagai bentuk rasa syukur Anda atas kesempatan tersebut.

Ingin berangkat umrah dalam waktu dekat atau pas saat Ramadan? Bersama Granada Tour keinginan tersebut bisa tercapai dengan beragam pilihan paket umrah dan tentunya harga bersaing. 

Untuk detail informasi, Anda bisa menghubungi kami secara langsung melalui WhatsApp di tautan ini. Daftarkan diri sekarang juga dan praktikkan doa berangkat umrah bersama rombongan. 

Bagikan artikel ini

Artikel lainnya