Mengenal Makna dan Hukum Walimatus Safar Umrah

Walimatus safar umrah

Mari mengenal lebih dalam lagi tentang makna dan hukum walimatus safar umrah. Walimatus safar umrah adalah salah satu kegiatan ‘ritual’ yang dilakukan seorang Muslim, sebelum berangkat ke tanah suci Baitullah.

Menjadi tamu Allah adalah salah satu impian terbesar setiap Mukminin dan Mukminat. Selain merupakan salah satu rukun Islam, konon berkunjung ke Tanah Suci Mekkah dapat menjadi refleksi diri tentang hidup yang sudah terlewati.

Kumandang tentang lebih mudah dapat ijabah doa di depan Ka’bah, bersafari ke Makam Rasul dan sahabat Nabi serta tempat sejarah Islam, menjadi alasan penguat lainnya.

Jadi kebahagiaan bagi Kami karena setelah ini dapat mengajak Anda untuk  mengenal makna dan asal-usul walimatus safar umrah. Tak hanya itu, Anda juga akan mengetahui hukum walimatus safar umrah, serta panduan walimatus safar sesuai syariat.

Jangan sampai ada yang terlewat informasi penting ini, ya.

Mengenal Makna dan Asal-usul Walimatus Safar Umrah

Walimatus safar umrah

Berangkat ke tanah suci jadi kegiatan yang sangat istimewa dan cukup sakral, karenanya akan memiliki banyak kegiatan ‘ritual’ yang perlu dilakukan. Tujuannya agar setiap Muslim yang hendak berangkat, dapat memiliki kesiapan jasmani dan rohani yang matang.

Salah satu kegiatan ‘ritual’ tersebut adalah walimatus safar umrah. Lalu sebetulnya, apa sih makna dan hukum walimatus safar umrah itu? Simak penjabarannya berikut ini, ya.

  • Makna

Walimatus berasal dari bahasa Arab ‘walimah’, yang memiliki arti: pesta atau perayaan. Sedangkan maknanya adalah; menjamu, acara kumpul makan-makan, ngariung, bancakan, dan bahasa lain yang bermakna sama. Sedangkan safar memiliki makna ‘Perjalanan’.

Jadi secara garis besar makna walimatus safar umrah adalah sebuah acara jamuan atau perkumpulan perayaan makan-makan yang memiliki susunan acara secara rapi sebelum berangkat ibadah umrah.

  • Asal-usul 

Asal-usul munculnya kegiatan ‘ritual’ walimatus safar umrah ini tertera dalam sebuah riwayat hadis Imam Al Bukhari dalam kitab Shahihnya, dari Ibnu Abbas menerangkan:

“Ketika Rasulullah Shallllahu A’laihi Wasallam tiba di Makkah, Beliau disambut oleh anak-anak kecil suku Bani ‘Abdul Muthalib’, lalu beliau menggendong salah satu dari mereka di bagian depan dan yang lainnya di belakang.”

Selain itu juga terdapat riwayat yang menerangkan ketika sahabat Umar bin Khatab ingin beribadah umrah, beliau berpamitan dulu kepada Rasulullah Shallllahu A’laihi Wasallam dan Keluarga.

Kemudian Rasulullah Shallllahu A’laihi Wasallam berpesan agar mendoakan beliau, para sahabat lain, dan para kerabat yang ada di Madinah. Berdasarkan dua dalil di ataslah yang mendasari munculnya ‘ritual’ walimatus safar umrah.

Hukum Walimatus Safar

Walimatus safar umrah

Mengadakan jamuan makan atau dengan bahasa lain walimatus safar sebelum berangkat ke tanah suci untuk beribadah Haji atau Umrah, hukumnya adalah Sunnah.

Hal tersebut tersampaikan Imam Nawawi di dalam kitab Al Majmu’ Syarh Al Muhadzab, berdasarkan hadis riwayat Jabir RA:

“Bahwasannya Rasulullah saw. ketika sampai di Madinah dari perjalanannya, beliau menyembelih kambing atau sapi.” (HR. Al Bukhari)

Dan sebagaimana firman Allah Subhannahuwata’ala yang berbunyi:

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan” (QS Adh Dhuha ayat 11)

Jadi berdasarkan dalil-dalil tersebut terdapat kesimpulan sebagai berikut:

Mengundang dan menjamu orang lain saat momen suka cita seperti: pernikahan, khitan, atau bahkan sepulang perjalanan jauh dan waktu cukup lama, memiliki hukum Sunnah.

Sehingga ada anjuran melaksanakannya bagi yang mampu dan akan dapat pahala, sedangkan bagi yang kurang mampu tidak perlu melaksanakannya dan tidak  akan mendapat dosa.

Panduan Walimatus Safar Sesuai Syariat
Walimatus safar umrah

Setiap ibadah yang umat Muslim kerjakan akan bernilai ibadah di sisi Allah jika pengerjaannya berdasarkan ilmu syariat yang sudah Allah turunkan.

Karenanya melaksanakan walimatus safar sesuai panduan syariat berikut ini, ya.

  1. Mengundang saudara, handai taulan, dan tetangga.
  2. Pembukaan dengan mengemukakan rencana berangkat ke tanah suci.
  3. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
  4. Melantunkan shalawat.
  5. Jadikan momentum walimatus safar sebagai majelis ilmu untuk berdakwah amal ma’ruf nahi munkar dan saling memohon maaf.
  6. Doa penutup bagi kelancaran dan keberkahan perjalanan ke tanah suci.
  7. Ramah tamah dengan jamuan makan.

Jika saat ini Anda tersentuh rindu dengan tanah suci atau sudah sangat menggebu ingin pergi beribadah ke tanah suci, sangat direkomendasikan bagi Anda untuk bergabung bersama jamaah Granada Tour.

Pelaksanaan yang terjamin amanah serta pelayanan dengan sepenuh hati yang diberikan Granada Tour, akan membuat ibadah Anda berjalan lancar, terasa lebih nyaman, dan bisa lebih khusyuk dalam setiap ritual ibadah di tanah suci.

Demikian informasi seputar walimatus safar umrah. Untuk bertanya seputar umrah dan haji bisa langsung chat WhatsApp disini atau bisa mengunjungi Umrah & Haji Bersama Granada Tour. Semoga bermanfaat dan semoga sehat selalu untuk Anda sekalian.

Bagikan artikel ini

Artikel lainnya